Kamis, 20 Desember 2018

TRANSFORMASI LINEAR

A.    PENGANTAR TRANSFORMASI LINEAR

Dalam bagian ini kita mulai mempelajari fungsi bernilai vektor dari sebuah peubah vektor. Yakni, fungsi yang berbentuk w = F(v), dimana baik peubahbebas v maupun peubah tak-bebas w adalah vektor. Kita akan memusatkan perhatian pada kelompok khusus fungsi vektor yang kita namakan transformasi linear. Kelompok fungsi ini mempunyai banyak penerapan penting dalam fisika, bidang teknik, ilmu sosial, dan berbagai cabang matematika.
Jika V dan W adalah ruang vektor danF adalah sebuah fungsi yang mengasosiasikan vektor unik di W dengan setiap vektor terletak di V, maka kita katakana Fmemetakan V ke dalam W, dan kita tuliskan F:VàW. lebih lanjut lagi, jika Fmengasosiasikan vektor w dengan vektor v, maka kita tuliskan w = F(v) dan kita katakan bahwa w adalah bayangan dari v di bawahF. ruang vektor V dinamakan domainF.
Untuk melukiskannya, jika v = (x,y) adalah sebuah vektor di R2, maka rumusnya
Mendefenisikan sebuah fungsi yang memetakan R2 ke dalam R3. Khususnya jika v = (1,1), maka x = 1 dan y = 1, sehingga bayangan dari v di bawah F adalah F(v) = (1,2,0) dengan demikian , domain F adalahR2.
Defenisi, jika F:V W adalah sebuah fungsi dari ruang vektor V ke dalam ruang vektorW, maka F kita namakan transformasi linear ( linear transformasi) jika

(i) F(u + v) = (u) + F (v) untuk semua vektor u dan v di V.
(ii )F(ku) = kF(u) untuk semua vektor u di dalam V dan semua skalar k.
Untuk melukiskannya, misalnyaF:R2àR3 adalah fungsi yang didefinisikan oleh pers. 1, , sehingga
            
Demikian juga, jika k adalah sebuah skalar, ku = (kx1, ky1), sehingga
Jadi, F adalah sebuah transformasi linear.
Jika F:VàW adalah sebuah transformasi linear, maka untuk sebarang v1 dan vdi Vdan sebarang skalar k1 dan k2, kita peroleh
Demikian juga, jika v1, v2, ……,vn adalah vektor-vektor di V dan k1, k2,…….kn adalah skalar, maka
Kita sekarang memberikan contoh lebih lanjut mengenai transformasi linear.
Contoh 1
Misalkan A adalah sebuah matriks m x ntetap. Jika kita menggunakan notasi matriks untuk vektor di Rm dan Rn, maka dapat kita defenisikan sebuah fungsi T :RnàRmdengan :
T(x) = Ax
Perhatikan bahwa jika x adalah sebuah matriks n x 1, maka hasil kali Ax adalah matriks m x 1 ; jadi T memetakan Rn ke dalam Rmlagi pula, linear, untuk melihat ini, misalkan u dan v adalah matriks n x 1dan misalkan k adalah sebuah skalar. Dengan menggunakan sifat-sifat perkalian matriks, maka kita dapatkan
Atau secara ekivalen
Kita menamakan transformasi linear pada contoh ini perkalian oleh A. Transformasi linear semacam ini dinamakan transformasi matriks.
Contoh 2
Sebagai kasus khusus dari contoh sebelumnya, misalnya  adalah sebuah sudut tetap, dan misalnya T : 2nàR2 adalah perkalian oleh matriks
Jika v adalah vektor
Maka
Secara geometris, maka  adalah vektor yang dihasilkan jika v dirotasikann melalui sudut. Untuk melihat ini, maka misalkan  adalah sudut diantara v dan sumbu x positif, dan misalkan
Adalah vektor yang dihasilkan bila v dirotasikan melalui sudut  pada gambar di bawah. Kita akan memperlihatkan . Jika r menyatakan panjangnya sebagai v, maka
                 
Demikian juga, karena  mempunyai panjang yang sama seperti v, maka kita peroleh
                     
Sehingga


Transformasi linear pada contoh ini kita namakan perputaran R2 melalui sudut .

Contoh 3
Misalkan Vdan W adalah sebarang dua vektor. Pemetaan T : V à W sehingga T(v) = 0 untuk setiap v di V adalah sebuah transformasi linear yang kita namakan transformasi nol. Untuk melihat bahwa Tlinear, perhatikan bahwa
Maka
Contoh 4
Sebagai kasus khusus dari contoh sebelumnya, misalkan V = R3 mempunyai hasil jail dalam euclidis. Vektor-vektor w1 = (1, 0, 0) dan w= (0, 1, 0) membentuk sebuah basis ortonormal untuk bidang xy. jadi, jika v = (x, y, z) adalah sebarang vektor di R3, maka proyeksi orthogonal dari R3 pada bidang xy di berikan oleh
(x, y, z)

(x, y, z)
T(v)
x
y
v




Contoh 5
Misalkan V adalah sebuah ruang hasil kali dalam dan misalkan v0 adalah sebarang vektor tetap di V. misalkan T : V  R adalah transformasi yang memetakan vektor v ke dalam hasil kali dalamnya dengan V0 ; yakni
Dari sifat-sifat hasil kali dalam maka
Contoh 6
Misalkan V adalah sebuah ruang vektor berdimensi n dan S = ( w1, w2,…….., wn) adalah sebuah basis tetap untuk V. Menurut Teorema 29 dari bagian 4.10 maka sebarang dua vektor dan v di V dapat dituliskan secara unik dalam bentuk
Jadi
Tetapi
Sehingga
Maka
Demikian juga, untuk matriks koordinat kita peroleh
Misalkan kita ambil T : V à Rnsebagai fungsi yang memetakan sebuah vektor v di Vdimana vektor koordinatnya bersesuaian terhadap S ; yakni
Maka rumus-rumus di T, pada a dan b menyatakan bahwa
Dan
Jadi, T adalah transformasi linear dari V ke dalam Rn.

Kamis, 29 November 2018

SPL dengan cara OBE

Solusi SPL dengan Menggunkan OBE 

Sistem persamaan linier adalah salah satu persoalan bidang matematika yang banyak digunakan. Salah satu penyelesaian persamaan linier ini dengan menggunakan metode Operasi Baris Elementer (OBE) yang artinya membuat persamaan - persamaan awal pada sistem persamaan menjadi matriks lalu merubahnya menjadi matriks tereduksi. Terkadang dengan menggunakan cara penyelesaian OBE ini sangatlah panjang dan tidak efisien. Oleh karena itu, menyelesaikan persoalan masalah ini secara cepat, efektif dan efisien sangat dibutuhkan. Ada banyak macam cara dalam menyelesaikan masalah ini, yaitu dengan :
  • Aturan Cramer
  • Metode Invers Matriks
  • Eliminasi Gauss
  • Eliminasi Gauss Jordan

mengunakan cara obe

Kamis, 22 November 2018

Nilai dan vektor eigen

Perhatikan gambar di bawah ini:
eigen0Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika suatu matriks bujur sangkar, dikali dengan sebuah vektor bukan nol, diatur sedimikian rupa sehingga hasilnya sama dengan perkalian sebuah bilangan skalar dengan vektor tak nol itu sendiri, inilah yang dinamakan Nilai Eigen dan Vektor Eigen.
Berikut adalah 2 contoh soal bagaimana menentukan nilai dan vektor Eigen suatu matriks:
1.eigen1Penyelesaian:eigen11
eigen111
2.eigen2Penyelesaian:Eigen22eigen222
eigen3

Kamis, 15 November 2018

Program Linier

Pengertian Program Linear
Program linear yaitu pemecahan masalah untuk menentukan nilai minimum atau maksimum dari fungsi linear yang dibatasi oleh grafik linear dengan memperhatikan syarat-syarat yang berlaku. Penggunaan program linear pada kehidupan sehari-hari misalkan memaksimalkan keuntungan suatu perusahaan. Contoh lainnya yaitu meminimalkan pengeluaran suatu perusahaan.
Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
Sistem pertidaksamaan linear dua variabel yaitu gabungan dari beberapa pertidaksamaan linear yang variabelnya saling berkaitan. Adapun bentuk umum dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel yaitu ax + by < c untuk tanda dapat berupa <, >, ≤, ≥. Biasanya variabel yang digunakan dalam pertidaksamaan yaitu x dan y.
Daerah Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan Linier
Dalam menyelesaikan pada sistem pertidaksamaan linear dua variabel maka dapat diselesaikan dengan cara menentukan daerah penyelesainnya. Daerah penyelesaian yang akan digambar merupakan daerah himpunan yang merupakan titik (x, y) yang merupakan anggota himpunan penyelesaiannya. Untuk lebih jelasnya langsung dengan contoh soal, simak penjelasannya dibawah ini.
Contoh :
Diketahui sistem pertidaksamaan berikut
x + 2y ≤ 10
x ≥ 0,
y ≥ 0
Jawab :
Langkah pertama buat persamaan x + 2y = 10
Buatlah dengan dua titik bantu
Misalkan x = 0, untuk x + 2y =10 maka 2y = 10 dan y = 5
Misalkan y = 0 , untuk x + 2y = 10 maka x = 10
Setelah itu gambarlah daerah penyelesaian pertidaksamaannya.
Untuk mengetahui daerah penyelesaiannya uji dengan titik (0, 0)
x + 2y ≤ 10 , maka 0 + 2(0) ≤ 10
Maka berdasarkan pengujian diatas, daerah yang memuat (0, 0) merupakan daerah penyelesaian pada sistem pertidaksamaan tersebut. Sehingga daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linear variabel diatas digambarkan seperti gambar disamping.

Nilai Optimum
Untuk menentukan nilai optimum maka kita harus menentukan terlebih dahulu daerah penyelesaian pertidaksamaan linear, dengan begitu untuk mencari nilai optimum dapat menjadi lebih mudah. Langkah-langkah yang harus dikerjakan ketika menentukan nilai optimum diantaranya sebagai berikut :
  1. Tentukan kendala dari permasalahan program linear
  2. Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan yang ditanyakan
  3. Tentukan titik-titik pojok daru daerah penyelesaian yang telah ditemukan
  4. Setelah mengerjakan ketiga langkah itu, tentukan nilai optimum dari daerah penyelesaian tersebut lalu bandingkan hasil subtitusi titik-titik pojok dengan fungsi yang ditentukan dengan model matika
Perhatikan contoh soal cerita dibawah ini untuk lebih mempermudah
Contoh :
Toko bahagia menjual peralatan alat tulis, harga sebuah buku Rp.5.000 dan sebuah puplen Rp.2.500. Pemilik toko tersebut mempunyai modal 250.000 dan toko tersebut hanya mampu menampung hingga 50 buah. Tentukan model matematika untuk mendapatkan keuntungan jika laba dari 1 buah buku 1.000 dan dari pulpen 500?
Jawab :
  1. Tentukan kendala dari permasalahan program linear tersebut
Misalkan buku = x dan pulpen = y, maka
Fungsi Kendala
5000x + 2500y  ≤ 250000
2x + y  ≤ 100
x + y  ≤ 50
Fungsi Objektif
1000x + 500y
  1. Tentukan daerah penyelesaian
Untuk menentukan daerah penyelesaian dapat ditentukan sama seperti pembahasan diatas
Ubah menjadi bentuk persamaan 2x + y = 100 ; x + y = 50
Buatlah dengan dua titik bantu
2x + y = 100
Misalkan x = 0, untuk 2x + y = 100 maka y = 100
Misalkan y = 0 , untuk 2x + y = 100 maka 2x = 100 dan x = 50
maka (x, y) yaitu (0, 100) (50, 0)
x + y = 50
maka (x, y) yaitu (0, 50) (50, 0)
Setelah itu gambarlah daerah penyelesaian pertidaksamaannya.
Untuk mengetahui daerah penyelesaiannya uji dengan titik (0, 0)
  1. Tentukan titik-titik pojok
Titik D dapat dicari dengan mengeliminasi dari persamaan 2x + y = 100 dan x + y = 50
2x + y = 100
x + y = 50
Maka (2x + y = 100) – (x + y) =50
ditemukan
x = 50
y = 0
D ( 50, 0)
  1. Tentukan nilai optimum
Untuk menentukan nilai optimum, maka masukkan titik pokok A, B, C, D lalu substitusikan
Titik A (0, 0 ) = 1000x + 500y maka 1000(0) + 500(0) = 0
Titik B(150, 0) = 1000x + 500y maka 1000(150) + 500(0) = 150000
Titik C (0, 50) = 1000x + 500y maka 1000(0) + 500(50) = 25000
Titik D (50, 0) = 1000x + 500y maka 1000(50) + 500(0) = 50000
Maka ditemukan nilai optimum untuk soal diatas yaitu pada titik B (150, 0 ) dengan keuntungan Rp.150.000.
Untuk memperoleh keuntungan yang maksimal maka harus menjual 150 buku dan 0 pulpen.
Sekian pembahasan mengenai pertidaksamaan linear ini. Semoga dengan adanya soal dan pembahasan akan membuat kamu menjadi semakin mengerti. Semangat dan sukses selalu. (Baca juga : Relasi dan Fungsi )